ASUHAN KEPERAWATAN BRONKITIS PADA ANAK PDF

Penyakit bronkitis adalah radang pada bronkus yang biasanya mengenai trakea dan laring, sehingga dinamai juga dengan laringotracheobronchitis (Arif. Lp Askep Bronkitis. Lp Askep Bronkitis BRONKITIS. Bronkitis pada anak: Teori dan askep LP ASKEP Infeksi Nifas (Puerperium)-Jadi. maternitasFull. Patofisiologi Bronkitis. Home · Patofisiologi Bronkitis BRONKITIS. Bronkitis pada anak: Teori dan askep BRONKITIS

Author: Tojale Nikolmaran
Country: Colombia
Language: English (Spanish)
Genre: Automotive
Published (Last): 4 January 2012
Pages: 403
PDF File Size: 15.51 Mb
ePub File Size: 7.38 Mb
ISBN: 608-6-62977-273-8
Downloads: 53315
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Akinojar

Lp CA Prostat Jadi. Pathway Bronkitis pathway bronkhitis. Peradangan ini menyebabkan penghasilan mukus yang banyak dan beberapa perubahan pada saluran pernafasan Bronkitis kronik didefinisikan sebagai adanya batuk produktif yang berlangsung 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut-turut.

Sekresi yang menumpuk dalam bronkioles mengganggu pernapasan yang efektif Perawatan Medikal Bedah 2,hal: Bronkitis kronis didefinisikan sebagai adanya batuk produktif yang berlangsung 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut-turut.

Bronkhitis kronis adalah penyakit atau gangguan pernapasan paru obstruktif yang ditandai dengan produksi mukus yang berlebih sputum mukoid selama kurang 3 bulan berturut-turut dalam 1 tahun untuk 2 tahun berturut turut. Corwin Bronkhitis kronis adalah gangguan pernapasan atau inflamasi jalan napas dan peningkatan produksi sputum mukoid menyebabkan ketidak cocokan ventilasi — perfusi dan penyebab sianosis. Price Bronkhitis kronis BK secara fisiologis di tandai oleh hipertrofi dan hipersekresi kelenjar mukosa bronkial, dan perubahan struktural bronki serta bronkhioles.

Bronkhitis Kronik dapat di sebabkan oleh iritan fisik atau kimiawi misalnya, asap rokok, polutan udara atau di sebabkan infeksi bakteri atau virus. Secara harfiah bronchitis dapat digambarkan sebagai penyakit gangguan 1 respiratorik dengan gejala utama adalah batuk. Ini berarti bronchitis bukan merupakan penyakit yang berdiri sendiri, tetapi juga penyakit lain dengan bronchus sebagai pemegang peranan Perawatan Anak Sakit, EGC, Istilah bronchitis kronis menunjukkan kelainan pada bronchus yang sifatnya menahun berlangsung lamamerupakan keadaan yang berkaitan dengan produksi mukus trakeobronkial yang berlebihan sehingga cukup untuk menimbulkan batuk dengan ekspektorasi sedikitnya 3 bulan dalam setahun untuk lebih asuhhan 2 tahun secara berturut-turut.

Secara klinis, Bronkitis kronis terbagi menjadi keperwwatan jenis, yakni: Bronkitis kronis ringan simple kwperawatan bronchitisditandai dengan batuk berdahak dan keluhan lain yang ringan. Bronkitis kronis mukopurulen chronic mucupurulent bronchitisditandai dengan batuk berdahak kental, purulen berwarna kekuningan. Bronkitis kronis dengan penyempitan saluran napas chronic bronchitis with obstructionditandai dengan batuk berdahak yang disertai dengan sesak napas berat dan suara mengi.

Sop Bronkitis

Selain itu terdapat pula hubungan dengan faktor keturunan dan status sosial. Terdapat hubungan yang erat antara merokok dan penurunan VEP volume ekspirasi paksa 1 detik. Secara patologis rokok berhubungan dengan hiperplasia kelenjar mukus bronkus dan 2 metaplasia skuamus aank saluran pernafasan juga dapat menyebabkan bronkostriksi akut.

Infeksi Eksaserbasi bronchitis disangka paling sering diawali dengan infeksi virus yang kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak adalah Hemophilus influenza dan streptococcus pneumonie. Polusi Polusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai faktor bronnkitis, tetapi bila ditambah merokok resiko akan lebih tinggi. Zat — zat kimia dapat juga menyebabkan bronchitis adalah zat — zat keperaeatan seperti O2, zat — zat pengoksida seperti N2O, hidrokarbon, aldehid, ozon.

  ETIKA ENJINIRING PDF

Keturunan Belum diketahui secara jelas apakah faktor keturunan berperan atau tidak, kecuali pada penderita defisiensi alfa — 1 — antitripsin yang merupakan ke;erawatan problem, dimana kelainan ini diturunkan secara autosom resesif. Kerja enzim ini menetralisir enzim proteolitik yang sering dikeluarkan pada peradangan dan merusak jaringan, termasuk jaringan paru. Faktor sosial ekonomi Kematian pada bronchitis ternyata lebih bronkjtis pada golongan sosial ekonomi rendah, mungkin disebabkan faktor lingkungan dan ekonomi yang lebih jelek C.

Di Inggris dan Amerika penyakit paru kronik merupakan salah satu penyebab kematian dan ketidakmampuan pasien untuk bekerja. Kejadian setinggi itu ternyata mengalami penurunan yang berarti dengan pengobatan memakai 3 antibiotik.

Bronkifis Indonesia belum ada laporan tentang angka-angka yang pasti mengenai penyakit ini. Kenyataannya penyakit ini sering ditemukan di klinikklinik dan diderita oleh laki-laki dan wanita. Penyakit ini dapat diderita mulai dari anak bahkan dapat merupakan kelainan congenital.

Penyakit dan gangguan saluran napas khususnya bronkitis kronik ini masih menjadi masalah terbesar di Indonesia pada saat ini. Angka kematian akibat penyakit saluran napas dan paru seperti infeksi saluran napas akut, tuberkulosis asma khususnya bronkitis kronik masih menduduki peringkat tertinggi.

Infeksi virus dan bakteri merupakan penyebab yang sering terjadi.

ahak Serangan bronkhitis disebabkan karena tubuh terpapar agen infeksi maupun non infeksi terutama rokok. Iritan zat yang menyebabkan iritasi akan menyebabkan timbulnya respons inflamasi yang akan menyebabkan vasodilatasi, kongesti, edema mukosa, dan bronkospasme. Tidak seperti emfisema, bronkhitis lebih memengaruhi jalan napas kecil bonkitis besar dibandingkan alveoli. Dalam keadaan bronkhitis, aliran udara masih memungkinkan tidak mengalami hambatan.

Pasien dengan bronkhitis kronis akan mengalami: Peningkatan ukuran dan jumlah kelenjar mukus pada bronkhus besar sehingga meningkatkan produksi mukus. Mukus lebih kental 4 c. Kerusakan fungsi siliari yang dapat menunjukkan mekanisme pembersihan mukus. Bronkhitis kronis mula-mula hanya memengaruhi bronkhus besar, namun lambat laun akan memengaruhi seluruh saluran napas.

Mukus yang kental dan pembesaran bronkhus akan mengobstruksi jalan napas terutama selama ekspirasi. Jalan napas selanjutnya mengalami kolaps dan udara terperangkap pada bagian distal dari paru-paru. Obstruksi ini menyebabkan penurunan ventilasi alveolus, hipoksia, dan acidosis. Pasien mengalami kekurangan 02, iaringan dan ratio ventilasi perfusi abnormal timbul, di mana terjadi penurunan PO2 Kerusakan ventilasi juga dapat meningkatkan nilai PCO,sehingga pasien terlihat sianosis.

Sebagai kompensasi dari hipoksemia, maka terjadi polisitemia produksi eritrosit berlebihan. Dapat menyatakan hiperinflasi paru — paru, mendatarnya diafragma, peningkatan area udara retrosternal, hasil normal selama periode remisi. Untuk menentukan penyebab dispnoe, melihat obstruksi, memperkirakan derajat disfungsi.

Menunjukkan di latasi silinder bronchus saat inspirasi, pembesaran duktus mukosa. Kultur untuk menentukan adanya infeksi, mengidentifikasi patogen. Polisetemia peningkatan konsentrasi sel darah merah terjadi akibat hipoksia kronik yang disertai sianosis, menyebabkan kulit berwarna kebiruan.

Pelaksanaan medis Pengobatan utama ditujukan untuk mencegah, mengontrol infeksi, dan meningkatkan drainase bronkhial menjadi jernih. Pengobatan yangdiberikan adalah sebagai berikut: Postural drainase 6 c.

Pelaksanaan keperawatan Pada asuhab perawatan yang penting ialah mengontrol batuk dan mengeluarakan lendir: Sering mengubah posisi dan banyak minum b. Inhalasi dan nebulizer c.

Keluhan Utama Batuk 2. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien pada umumnya mengeluh sering batuk sering terjadi pada pagi hari dan dalam jangka waktu yang lama desertai dengan produksi sputum, demam, suara serak dan kadang nyeri dada 3.

  DIATERMIA CAPACITIVA PDF

Riwayat Penyakit Dahulu Pada pengkajian riwayat apda dahulu ditemukan adanya batuk yang berlangsung lama 3 bulan atau lebih 4. Riwayat Penyakit Keluarga Tanyakan apakah ada anggota keluarga pasien yang mempunyai penyakit berat lainnya atau penyakit yang sama dengan.

Dari keterangan tersebut untuk penyakit familial dalam hal ini bronchitis kronik berkaitan dengan polusi udara rumah, dan bukan penyakit yang diturunkan.

Bernafas 9 Pasien umumnya mengeluh sesak dan kesulitan dalam bernafas karena terdapat sekret. Makan dan Minum Pasien umumnya mengalami anoreksia karena mual yang dialaminya dan ketakutan terhadap penyakitnya. Eliminasi Pada pasien bronkitis biasanya tidak ditemukan data yang menyimpang dalam kebutuhan eliminasinya. Gerak dan aktivitas Pada pasien bronkitis biasanya mengalami penurunan gerak dan aktivitas karena suplai oksigen menurun dalam tubuhnya. Istirahat tidur Pasien umumnya mengalami gangguan tidur dan jam tidurnya berkurang karena batuk yang dialami.

Kebersihan diri Mengungkapkan bagaimana kebersihan diri pasien itu, dari personal hygine, oral hygine, dan lain-lain. Kebersihan diri tergantung dari pasien itu sendiri. Pengaturan suhu tubuh Pasien keperawtan mengalami peningkatan suhu tubuh terkait proses inflamasi yang dialaminya.

Rasa nyaman Pada btonkitis bronkitis kronis terkadang mengeluh nyeri pada bagian dada. Rasa aman Pasien terkadang kurang mengetahui tentang penyakit yang dideritanya sehingga mengalami ketakutan terhadap apa yang dialami. Sosialisasi dan komunikasi Mengungkapkan bagaimana hubungan pasien dengan orang-orang disekitarnya dan petugas medis.

Ibadah Menjelaskan bagaimana pasien menjalankan ibadahnya sebelum dan sesudah sakit sesuai kepercayaan yang dianutnya.

Patofisiologi Bronkitis – PDF Free Download

Produktivitas Mengungkapkan apa yang biasa dikerjakan dan dilakukan oleh pasien dalam kesehariannya dan perubahan yang dialami selama ia sakit. Rekreasi Mengungkapkan bagaimana manajemen stress yang biasa dilakukan oleh pasien dan yang dilakukan ketika ia sakit.

Pengetahuan Menjelaskan sejauhmana pasien mengetahui tentang kondisi penyakit yang dideritanya. Tekanan darah, suhu, nadi dan respirasi rate 11 a. Kepala dan leher Kepala: Kaji bentuk danada tidaknya benjolan. Kaji warna sklera dan konjungtiva. Kaji ada tidaknya pernafasan cuping hidung.

Kaji ada benjolan dan kebersihannya Mulut: Kaji mukosa dan kebersihannya. Ada tidaknya pembesaran vena jugularis. Kaji warna dan kebersihannya. Kaji warna dan ada tidaknya lesi. Kaji bentuk dan kebersihannya.

Adakah kemungkinan terdapat bunyi napas tembahan, biasanya terdengar ronchi. Kaji apakah ada pembesaran vena ingularis. Kaji apakah nadi teraba jelas dan frekwensi nadi. Kaji suara s1, s2 apakah ada suara tambahan. Kaji bentuk abdomen, ada tidaknya lesi. Kaji apakah ada nyeri tekan Perkusi: Kaji apakah terdengar bunyi thympani Auskultasi: Kaji bunyi peristaltik usus.

Analisa gas darah 12 – Pa O2: Kultur untuk menentukan adanya infeksi, mengidentifikasi patogen 3.